KASIH IBU

Ia yang mengadili orang lain dengan tidak tergesa-gesa, bersikap adil dan tidak berat sebelah, yang senantiasa menjaga kebenaran, pantas disebut orang yang adil (Dhammapada XIX:2)

Seorang ibu menyuapkan makanan ke mulut anaknya dengan kasih, ketika ada makanan yang berceceran di pipi anaknya, dengan penuh kesabaran dilapnya makanan tersebut. Selintas berkelabat sebuah film kehidupan, di mana anak tersebut memasuki masa kanak-kanak, remaja, dewasa dan pada akhirnya berkeluarga. Film tersebut berhenti diputar, kembali kepada realita kehidupan di mana sang ibu sudah berubah menjadi tua dan menjadi seorang nenek. Tubuh sang ibu menjadi ringkih, tingkahnya pun kembali menjadi seorang anak yang membutuhkan perhatian dan kasih sayang dari anak-anaknya.

Pernah mendengar kata pepatah yang mengatakan bahwa, ‘Kasih ibu sepanjang masa, kasih anak sepenggal jalan’?? Memang kadang kala kita sebagai manusia sering melupakan jasa baik yang telah diperbuat oleh seseorang kepada kita, lebih mudah bagi kita untuk mengingat kejahatan yang telah dilakukan oleh orang lain terhadap kita. Kadang? kita berpikir bahwa ibu kita terlalu bawel, terlalu cerewet, mau tahu, suka mengatur, suka memberitahu dan 1001 kejelekan lain yang dimiliki olehnya.? Tapi pernahkah kita memikirkan perjuangannya untuk? melahirkan kita? Seorang ibu mengandung selama 9 bulan, dengan mempertaruhkan jiwanya sendiri dilahirkannya anaknya yang tercinta ke dunia. Luar biasa. Pernahkah kita memikirkan perjuangannya untuk membesarkan kita dari kita kecil hingga menjadi dewasa? 

Seorang ibu mempunyai kasih yang luar biasa sekali. Sebelum kita meminta kepadanya, seorang ibu sudah mengetahui apa yang dibutuhkan oleh anaknya. Ingatkah waktu kita kecil, ketika hendak berangkat ke sekolah kita datang kepada ibu kita, sebelum kita meminta uang jajan, beliau sudah terlebih dahulu dan memberikan uang jajan tersebut. Makanan yang terenak diberikan kepada anak-anaknya, yang tidak enak dimakannya sendiri. Banyak sekali jasa seorang ibu terhadap anak-anaknya.

Tiada kebahagiaan yang paling besar bagi seorang ibu, ketika melihat anaknya sukses dan berbahagia. Maka dari itu sudah selayak dan sepantasnya, kita sebagai seorang anak mengucapkan terima kasih dan melakukan penghormatan serta membalas budi baik sang ibu. Banyak cara untuk melakukan hal ini seperti membantu pekerjaan di rumah, belajar dengan rajin, melaksanakan sila yang baik, mempunyai pergaulan yang benar, rajin ke vihara dan mengurus beliau ketika sudah uzur, bukan memasukkannya ke panti jompo.

Waktu berlalu dengan cepat, detik demi detik, menit demi menit, jam demi jam, hari demi hari, minggu berganti bulan, bulan berganti menjadi tahun. Ingatlah kehidupan ini tidaklah pasti, yang pasti hanyalah kematian. Jadikan setiap hari dalam kehidupan kita menjadi suatu kesempatan untuk menyatakan kasih dan sayang kita kepada ibu bukan hanya pada hari ibu saja (22 Desember). Jangan tunggu sampai ibu kita tiada, marilah kita mulai membahagiakan ibu kita dari sekarang. It’s better to say it now while you have the chance to say it because life it’s too short. Say it loudly from the deep of your heart, “I luv u, Mom.”

MATA YATHA NIYAM PUTTAM
AYUSA EKAPUTTAMANURAKKHE
EVAMPI SABBABHUTESU
MANASAMBHAVAYE APARIMANAM

Bagaikan seorang ibu yang mempertaruhkan jiwanya
Melindungi anaknya yang tunggal,
Demikianlah terhadap semua makhluk
Dipancarkannya pikiran (kasih sayangnya) tanpa batas.

“Ada penderitaan, tapi tidak ada yang menderita,
Ada jalan, tapi tidak ada yang menempuhnya,
Ada nibbana, tapi tidak ada yang mencapainya.”

Advertisements