Pengalaman Hidup

Thailand, Jan 10, 2008 Oleh: Bhikkhu Khemanando

Namo Tassa Bhagavato Arahato Sammasambuddhasa

Utthithe nappamajjeya dhamma sucaritam care

Dhammacari sukham seti asmim loke paramhi ca

Bangun!!!! Jangan lengah!! Tempuhlah kehidupan yg benar, barang siapa yg menempuh kehidupan yg benar, maka ia akan hidup bahagia didunia in maupun dunia yg akan dating.

Mari kita merenungkan sejenak tentang pengalaman-pengalaman yg pernah kita alami dalam kehidupan saat ini. Pernyataan ini sangat berhubungan erat dengan kehidupan setiap orang yang hidup dalam keluarga maupun masyarakat. Kita umat manusia sangat lucu: “MENGAPA SAYA? MENGAPA TERJADI PADA SAYA? “ sering kali terungkap oleh mereka yang merasa ada suatu peristiwa yang terjadi dalam dirinya. Kadang-kadang ada juga keputus-asaan dalam menghadapinya. Penting bagi kita untuk merenungkan kembali apa yang telah terjadi dalam kehidupan kita, dan apabila kita biarkan hal ini terus menerus mempengaruhi diri kita, maka lambat laun kita akan hancur dibuatnya, disamping itu pula kita akan kehilangan suatu keyakinan.

Beruntung sekali kita bisa mendapatkan suatu lingkungan yang baik saat ini, sehingga kita bisa melakukan apa yang terpenting dalam kehidupan kita. Kalau tidak, kita akan kurang menghargainya, dan kesempatan-kesempatan itu akan terbuang percuma. Menghargai lingkungan yang menguntungkan seperti saat ini sama pentingnya menghargai masalah-masalah kita. MENGAPA MENGHARGAI MASALAH? Karena situasi sulit dalam hiduplah yang paling banyak mendorong kita untuk tumbuh. Coba lakukan perenungan-perenungan disaat-saat sulit dalam hidup saudara ataupun saat menghadapi masalah berat. TIDAKKAH ANDA AKAN MENDAPATKAN SESUATU YANG LEBIH TINGGI DARI PENGALAMAN ITU? Dan yang terpenting bagi saudara adalah jangan sekali-kali menyesali apa yang telah kita perbuat sebab penyesalan itu tidak bisa mengubah suatu keadaan yang menyedihkan menjadi suatu kebahagiaan. Bila kita hanya bisa menyesal dan menyesal tanpa pernah menyadari hal itu, maka semua itu akan menjadi sia-sia dalam hidup saudara.

Jadi yang paling terpenting adalah menyadari apa yang telah kita perbuat serta mengontrol letak dimana terjadinya masalah-masalah itu. Padahal menyadari dan mengontrol diri sendiri akan lebih memberi manfaat dalam kehidupan saudara, daripada kita mengontrol dan mengoreksi orang lain. Dan saudara harus tahu, karena saudara saat ini adalah apa yang telah saudara perbuat, dan apa yang akan saudara perbuat saat ini adalah demikian saudara akan jadinya. Saudara tidak akan menjadi diri saudara sekarang jika tidak melewati kesulitan-kesulitan itu sendiri. Saudara bisa jadi telah mengalami saat-saat yang menyedihkan atau menyakitkan, tetapi bila berhasil saudara akan muncul dengan daya diri yang lebih kuat dan dengan pengertian yang lebih baik atas hidup ini. Dipandang dengan cara seperti ini masalah yang sulit sekalipun akan membuat diri saudara akan menjadi lebih baik. Disamping itu juga akan meyakinkan saudara dalam menghadapi masalah – masalah berikutnya. Dan masih banyak sekali hal-hal yang perlu diperhatikan dalam menghadapi hal ini. Maka dari itu jangan sampai saudara termanipulasi untuk menghadapi problem-problem yang muncul seperti itu, banyak kejadian – kejadian yang eksentrik dialami saudara-saudara kita yang masih belum memahami betul arti hidup yang sebenarnya, misalnya banyak saudara-saudara kita yang mengalami DEPRESI maupun yang telah menjadi CRAZY, itu karena disebabkan oleh diri sendiri yang kurang peduli dengan masalahnya sendiri.

Disamping itu juga ada yang nekad mengambil jalan pintas yaitu mengakhiri hidupnya sendiri, barangkali supaya masalah-masalah itu bisa hilang dan tidak ada lagi. Tetapi orang semacam itu tidak pernah menyadari bahwa dengan cara seperti itu malah akan merugikan banyak pihak, dan pasti akan menimbulkan masalah yang baru. Mungkin dari pihak orang tua yang membutuhkan perawatannya diusia tua nanti serta dari pihak adik-adiknya yang sangat mengharapkan bimbingan dan bantuannya akhirnya putus ditengah jalan. Seseorang yang telah menempuh cara seperti itu, sudah jelas kemungkinannya tidak mau mempergunakan cara yang sehat tetapi malah menambah penderitaan bagi orang lain. Dan perbuatan itu sangat bertentangan dengan nilai-nilai Buddhist, yang mana selalu memberikan petunjuk atau arah menuju jalan yang benar. Disamping itu pula, kita selalu dituntut untuk menyadari bahwa bukan hanya kita sendiri yang tertimpa masalah – masalah seperti itu bahkan setiap orang baik kecil maupun besar, baik orang miskin maupun orang yang kaya, baik mahasiswa maupun bapak petani, baik pejabat maupun orang yang sekarat semua mempunyai beban masalah baik ringan maupun berat tetapi itu semua tergantung diri kita masing-masing dalam berupaya memecahkannya. Selagi kita memecahkan masalah itu dengan cara yang sehat dan benar maka masalah itu akan membuat diri kita menjadi dewasa dan bijaksana tetapi jika sebaliknya kita memecahkannya dengan mental yang tidak sehat atau dengan cara yang tidak benar maka masalah itu bisa menghancurkan kehidupan kita. Seperti apa yang telah Buddha sabdakan didalam ayat suci dhammapada yamaka vagga ayat pertama yang berbunyi: “PIKIRAN ADALAH PELOPOR DARI SEGALA SESUATU, PIKIRAN ADALAH PEMIMPIN, PIKIRAN ADALAH PEMBENTUK. APABILA KITA BERBICARA ATAU BERBUAT DENGAN PIKIRAN YANG TIDAK BAIK MAKAN PENDERITAAN AKAN SELALU MENGIKUTI KITA, BAGAIKAN RODA PEDATI YANG SELALU MENGIKUTI LANGKAH KAKI LEMBU YANG MENARIKNYA”. Dari sudut pandang pernyataan diatas, sungguh benar apa yang telah disabdakan oleh Buddha. Bilamana orang berbuat tanpa melihat atau mengontrol akibat dari perbuatannya, orang semacam itu ibarat menggali liang kubur bagi dirinya sendiri. Dan sudah sangat jelas orang semacam itu tidak pernah mengindahkan akan nilai-nilai Buddhist . Dan dalam kenyataannya hanya bisa mencerminkan keegoisannya tanpa memperdulikan pihak yang lain. Tetapi dengan melihat dan mengerti dari kebenaran hal ini, kita akan memperoleh pengetahuan akan kesunyataan tentang penderitaan yang telah dikemukakan oleh Buddha. Pengetahuan intellectual kita yang semula akan berkembang menjadi kebijaksanaan dan kita akan menyadari bahwa kebenaran itu bukan sesuatu yang harus ditakuti atau dibenci, tetapi sesuatu yang harus dipahami daan dihayati oleh setiap orang dan hal itu yang akan memberikan kebahagiaan dan ketenangan bagi diri kita sendiri dan orang lain. Ini merupakan aspek penting Buddhisme dalam masyarakat modern. Praktek Dhamma bukan hanya datang kevihara, bukan sekedar membaca buku-buku Buddhist atau melafal nama Buddha. Tetapi yang paling terpenting dalam mempraktekkan Dhamma adalah “BAGAIMANA CARA KITA MENJALANI HIDUP YANG BENAR”. Tetapi perbuatan pergi kevihara, membaca buku-buku Buddhist, mendengar dhamma serta membantu meraka yang patut dibantu adalah suatu langkah awal untuk menentukan Jalan yang benar. Itulah sebabnya kita semua harus bisa menguatkan usaha dan keberanian untuk mencapai sesuatu yang benar-benar dapat kita pahami sehingga pikiran kita menjadi berani dalam menghadapi serta membasmi kekotoran-kekotoran batin kita dan juga mengkaji serta menganalisa pengaruh-pengaruh luar yang kita anggap bertentangan dengan nilai-nilai Buddhist. Dengan cara-cara inilah kita akan dapat berangsur-angsur menghindari kejahatan dan beralih untuk mengembangkan kebajikan. Belakangan ini kehidupan para bhikkhu sendiri banyak problem yang harus dihadapi. Ini dikarenakan banyak orang yang menyalah-persepsikan bahwa menjadi bhikkhu sebagai sarana pelampiasan, pelarian sehingga kadang-kadang umat bisa menentang bhikkhunya sendiri tanpa mengindahkan norma-norma yang benar. Seringkali juga banyak orang mengatakan bahwa menjadi bhikkhu itu enak dan menyenangkan sehingga kadang bhikkhu tidak dikasih tempat tinggal karena dikira bhikkhu harus tinggal dihotel atau ruko. Orang yang gampang mengutarakan kata-kata seperti itu PERLU PATUT DIRAGUKAN KEWARASANNYA, sebalikny jika menjadi seorang bhikkhu tidak bisa menciptakan suatu keadaan yang enak dan menyenangkan, saya yakin bhikkhu tersebut bakal tidak waras. Pengertian enak dan menyenangkan disini yang saya maksudkan enak didalam Dhamma, senang didalam Dhamma dan diam didalam Dhamma. Dan barang siapa yang masih mengembara diluar Dhamma maka orang seperti itulah yang pantas disalah-persepsikan. Tetapi apakah kita mau jadi orang tidak waras? Sekali lagi saya ulangi dan saya tegaskan pula, bahwa menjadi seorang bhikkhu tidaklah mudah atau gampang seperti apa yang diutarakan banyak orang. Tetapi menjadi seorang bhikkhu sangat memerlukan suatu dorongan batin yang kuat serta keyakinan yang benar-benar lurus. Kalau memang menjadi seorang bhikkhu itu enak dan menyenangkan seperti kata orang, MENGAPA ORANG-ORANG ITU TIDAK MAU MENJADI SEORANG BHIKKHU?? Jaman yang serba modern tetapi pola pikir masih konservatif didalam menentukan sesuatu yang benar dan masih simpang siur dalam menentukannya. Beginikah sifat kita saat ini yang hanya bisa mengoreksi dan mengontrol orang lain. Buddha sendiri tidak pernah mengajarkan agar umatnya saling mengontrol dan mengoreksi orang lain. Tetapi sebaliknya Buddha selalu menekankan setiap orang agar selalu mengontrol dan mengintropeksi diri kita masing-masing. Bilamana orang-orang masih saling mengontrol dan mengoreksi kesalahan orang lain alangkah sedihnya dunia ini karena orang-orang didalamnya saling ribut, saling menonjolkan diri, saling menyalahkan dan saling memojokkan pihak-pihak lain. Tetapi kita mesti tau bahwa itulah tantangan-tantangan yang harus kita hadapi dalam menggapai sebuah kebahagiaan dalam hidup ini. Para pembaca yang budiman serta umat Buddha semua, untuk bisa menerapkan apa yang telah kita alami saat ini, maka kita harus merenungkan, menganalisa serta mengujinya dengan cermat pengalaman-pengalaman itu sampai kepemahaman yang lebih jelas dan terang sehingga kita semua bisa mencapai penyadaran, pengertian yang benar akan hakekat diri dalam alam semesta dan hakekat hidup didalam kehidupan kita saat ini. Dengan mengintropeksi diri, membaca, menghayati (PARIYATTI), serta mempraktekkan (PATIPATTI) Dhamma ini, saya yakin kita akan dapat mengusir penderitaan diri kita sesuai dengan Ajaran Buddha. Dan kita akan menemukan suatu kegembiraan dan kebahagiaan yang sebelumnya belum pernah kita rasakan. Selamat berusaha dan jangan menyerah!!!!!!!!!!……

Ciram Thitantu Lokasmim Sammasambuddhasasanam

Semoga Ajaran Buddha senantiasa tetap lestari didunia ini

Dhammo Have Rakkhati Dhammacarim

Dhamma senantiasa melindungi mereka yang hidupnya sesuai dengan Dhamma

Sabbe Satta Bhavantu Sukhitatta

Semoga Semua Makluk Turut Berbahagia

Advertisements